Benar kata pepatah yang mengatakan bahwa masa-masa terindah yang dialami seseorang mungkin saat berada di bangku SMA. Saat mengenakan seragam putih abu-abu, kita merasa bangga, apalagi jika SMA itu adalah SMA favorit dan tidak diragukan lagi kualitas pendidikannya, serta ditunjang dengan berbagai sarana prasarana yang memadai. Adanya berbagai kegiatan yang di sekolah telah menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi kita. Bahkan kita pernah merasa lebih senang berada di sekolah daripada di rumah. Selama di masa SMA pula kita akan lebih mengenal arti dari ikatan persahabatan. Sehingga, selama kita berada di sekolah secara tidak langsung kita telah mengukir kenangan terindah yang tidak terlupa.
Seperti biasa sebelum mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut, kita harus mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dilaksanakan selama beberapa hari. MOS itu sendiri merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan dan budaya sekolah yang baru sehingga bisa beradaptasi dengan baik dan mengembangkan segala kemampuan kita baik di bidang akademis maupun nonakademis. Sebagian dari kita merasa kegiatan ini mungkin menakutkan dan ingin melewatkan kegiatan ini begitu saja bila mengingat selalu ada kegiatan “perploncoan” di dalamnya seperti dijemur dibawah terik matahari selama berjam-jam atau harus menggunakan atribut yang bahannya sangat sulit untuk di cari dan melakukan kegiatan memalukan di depan sesama siswa baru. Herannya, para panitia selalu saja berhasil menemukan kesalahan yang tidak terlalu fatal dan pada akhirnya permainan menjadi suatu pilihan. Hukuman akan berarti siksaan jika dilakukan diluar batas kenormalan dan siksaan bisa berarti hukuman jika dilakukan dengan menyenangkan dalam suatu permainan. Sehingga sulit bagi kita untuk membedakan antara permainan, hukuman dan siksaan. Tetapi justru disinilah letak keanehannya, mengapa? Karena hal ini akan diingat bagi peserta, panitia dan penggembira sebagai kenangan tersendiri di kemudian hari dengan kegiatan “perploncoannya” itu. Setelah MOS selesai, sebagian dari kita yang mengikuti MOS berbagi cerita baik terhadap sesama peserta maupun kepada teman kita yang tidak mengikuti MOS karena menghindari siksaan atau alasan yang lain.
Selain itu, sebelum kegiatan belajar dimulai selalu ada benda keramat yang wajib diisi, absensi dan ada pula satu kata yang pantang diucapkan selama absensi yaitu alfa. Kegiatan belajarpun dimulai, kita berusaha mengikuti kegiatan belajar dengan baik, tetapi yang namanya manusia tidak luput dari salah. Selalu ada kesalahan tiap hari yang dilakukan oleh para siswa dan tidak jarang kesalahan tersebut membuat guru marah dan memberikan hukuman misalnya saat guru sedang menjelaskan ada satu atau sebagian dari siswa yang membuat keributan, pada awalnya guru tersebut sudah memperingatkan, tetapi tetap saja ada keributan yang akhirnya membuat guru tersebut marah dan memberikan hukuman dengan berdiri di depan kelas atau disuruh pindah di bangku terdepan. Akhirnya, bila kita merasa jenuh melihat televisi guru yang wajib ditonton (papan tulis), sebagian dari kita akan meminta izin untuk ke kamar mandi, karena itu merupakan alasan yang tepat untuk keluar kelas. Sampai pada saat ulanganpun sebagian besar dari kita masih membawa kebudaayan lama yang masih berjalan dengan baik yaitu menyontek, meskipun kita tahu hal tersebut tidak baik.
Akhirnya, aturan dibuat untuk dilanggar berlaku bagi sebagian siswa dan hal itu merupakan tantangan tersendiri bagi kita, meskipun pada akhirnya kita yang rugi. Tak jarang pula sebagian dari siswa ada yang datang terlambat, membolos sekolah atau jam pelajaran tertentu. Selain itu, selalu ada hal yang menarik untuk dilakukan selama berada di sekolah, terutama saat jam kosong. Suasana kelas menjadi lebih ramai dan ribut seperti keadaan di pasar. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan terutama saat jam kosong. Mulai dari mengobrol dengan teman, menonton film terbaru, mendengarkan musik, dan ada juga yang mulai mengistirahatkan kegiatan mata. Bahkan masih ada sebagian dari kita yang menggunakan waktunya untuk belajar tentang materi yang sudah didapatnya atau mempelajari materi selanjutnya. Tetapi tidak sedikit dari kita yang berjalan menuju markas besar saat jam kosong, kantin atau kopsis (koperasi sekolah), dengan berjalan tenang agar tidak ketahuan oleh guru piket atau guru yang lainnya. Seandainya ketahuan, selalu ada alasan untuk menghindar atau dengan terpaksa kita harus kembali kelas. Hal inilah yang menjadi tantangan, bila berhasil sampai di kantin atau kopsis berarti kita telah menang.
Berbagai hal menarik dan tidak menarik dapat terjadi di sekolah. Salah satu contohnya ketika kita berteriak “hore” yang bisa menjadi teriakan kewajiban kalau ada libur, mendapat nilai terbaik, dan berhasil melaksanakan tugas dengan baik. Di sisi lain, apabila kita ketahuan melanggar peraturan yang telah dibuat. Tidak dapat disangkal lagi kita akan mendapatkan hukuman. Semua hal tersebut terasa lebih menyenangkan dengan hadirnya seorang sahabat yang telah kita temukan dan mampu menutupi kekurangan kita dengan kelebihannya. Tak jarang pula kita berbeda pendapat dengan sahabat dan melakukan perdebatan, tetapi selalu ada kesepakatan yang menyatukan. Hal itu sangat menyenangkan, karena tak ada persahabatan yang selamanya akan berjalan dengan baik. Berbagai masalah telah membuat ikatan persahabatan lebih kuat dari sebelumnya. Sehingga, kita mengerti arti sahabat yang sesungguhnya yang takkan kembali terlahir ke bumi untuk kesekian kalinya. Benar kata pepatah yang mengatakan sangatlah sulit untuk menemukan seorang sahabat seperti mencari jarum diantara tumpukan jerami.
Di sekolah banyak kejadian dan peristiwa yang bisa mengubah diri seseorang menjadi baik atau bahkan buruk daripada dirinya yang sebelumnya. Banyak tempat menarik yang bisa menjadi tempat pelarian dari semua masalah. Hingga berbagai kisah terbaru mulai terukir di masa SMA. Mulai dari kisah tentang persahabatan yang bisa berawal dari Masa Orientasi Siswa (MOS), permusuhan antarsiswa ataupun antarkelas, kisah cinta yang terjalin begitu saja di kelas atau sekolah maupun dikhianati oleh teman atau pacar. Tetapi inilah kebahagiaan kita, kelak kita tidak akan merasakan lagi indahnya masa SMA yang akan berganti dengan suasana tegang dan masa depan yang lebih menantang. Berpisah dengan sahabat-sahabat yang telah menjadi bagian puzzle dari kehidupan dan akhirnya membiarkan jarak saja yang memisahkan tali persahabatan karena ikatan persahabatan yang telah kita tanam tidak akan kita biarkan kusut apalagi putus karena suatu hal yang tak tentu. Orang bilang matahari lebih indah karena mampu memberi kehangatan dan menerangi seluruh permukaan bumi tapi tidak bagi diriku, orang bilang bulan lebih indah,karena mampu menyinari di kehidupan malam,tapi tidak bagi diriku, orang bilang bintang lebih indah dari yang lainnya karena sinarnya mampu mencerahkan suasana malam nan hening, tapi tidak juga bagi diriku, yang paling indah dari ketiganya ialah bumi,mengapa bumi? Karena di bumilah terlahir seorang sahabat yang akan memberikan kehangatan seperti matahari, dan menyinari semua perasaan yang kita rasakan seperti bulan,serta mencerahkan suasana pada hati kita seperti bintang. Kelak semua itu akan menjadi kenangan terindah dan menjadikan kita bahagia bila mengingatnya. Sepenggal memori terindah.